IP

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi - Andrew Ho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi - Andrew Ho. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2009

Jangan Menunda, Mungkin Tak Ada Kesempatan Kedua

“LIVE good, honorable life. Then when you get older and think back, you’ll be able to enjoy it a second time. – Hiduplah dengan baik dan penuh arti. Supaya kelak disaat Anda tua dan mengingatnya kembali, Anda akan menikmatinya kembali selama beberapa saat.”~Dalai Lama

Setiap tahun tak kurang dari dua kali kami jalan-jalan ke luar negeri untuk menemani para distributor. Dalam kurun waktu tujuh tahun belakangan, kami sudah mengunjungi lebih dari 20 negara di benua Asia, Eropa Timur dan Barat, Australia dan Afrika. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman bersama 130 orang distributor sewaktu mengunjungi Gold Coast, Sydney, dan Brisbane selama seminggu pada bulan Maret lalu.

Sebenarnya saya sudah tiga kali mengunjungi negeri kanguru itu. Tetapi karena membawa rombongan distributor yang berbeda, sehingga kesan yang saya bawa pulang selalu berbeda. Khususnya saat mengunjungi Dream World. Sesuai promosinya yaitu – Dream World! So Many World in One! – disana banyak permainan yang tak hanya penuh dengan tantangan melainkan petualangan yang sangat menegangkan tetapi sangat mengesankan.

Permainan paling fantastis adalah The Big 5 Thrill Rides, yang terdiri dari The Tower of Terror, Giant Drop, Cyclone, Wipeout dan The Claw. The Tower of Terror adalah sarana permainan terjun bebas dari ketinggian 38 lantai atau sekitar 100 meter selama 6,5 detik. Giant Drop juga sarana permainan terjun bebas tertinggi, versi Guiness Book of World Records, dengan ketinggian 39 lantai atau 120 meter. Untuk naik ke atas Giant Drop dilakukan dalam waktu 90 detik. Sedangkan waktu untuk terjun hanya 5 detik.

Sementara Cyclone permainan gravitasi tertinggi di Sounthern Hemisphere. Diceritakan bahwa permainan tersebut dapat memberikan 13 jenis pengalaman berbeda, dari mulai 1.000 macam kecepatan tinggi, jantung berdegub kencang, rambut berdiri, lompatan 360 derajat dan jeritan keras. Wipeout adalah permainan, yaitu peserta dibelit kemudian diputar 360 derajat. Sedangkan dalam permainan The Claw, peserta terayun dengan kecepatan 75 kilometer per jam dan dengan perputaran 360 derajat.

Semoga penjelasan saya dapat memancing kesan terhadap permainan yang menegangkan tetapi sangat mengesankan itu. Sayang sekali, kekuatan fisik saya sudah tidak memungkinkan untuk ikut merasakan secara langsung permainan-permainan yang menekankan pada ketinggian dan kecepatan. Sungguh menyesal, saya hanya menjadi penonton.

Meskipun hanya menjadi penonton, saya memetik sesuatu yang berharga dan ingin saya bagikan kepada pembelajar yang budiman. Seperti kata Dalai Lama, “When you lose, don’t lose the lesson. – Ketika Anda kehilangan, jangan kehilangan pula pelajaran berharga darinya.” Sesuatu itu adalah pesan agar jangan pernah sia-siakan waktu dan kekuatan dalam diri kita untuk hal yang lebih bermanfaat, benar dan patut dibanggakan atau dikenang kelak di waktu tua. Beberapa orang di antara kita mungkin memiliki waktu lebih panjang dibandingkan dengan yang lain. Tetapi tak seorangpun diantara kita mendapatkan lebih dari 24 jam per hari. Maksud saya menjelaskan hal itu adalah selagi masih muda dan memiliki banyak waktu luang, kita harus pandai memanfaatkan waktu lebih bijaksana supaya dapat memberikan lebih banyak manfaat.

Usahakan setiap hari Anda sudah memiliki perencanaan yang baik tentang rutinitas dan prioritas yang bermanfaat untuk kebaikan diri Anda. Sebagaimana pepatah bijak menganjurkan, “Gagal merencanakan sama halnya merencanakan untuk gagal. – Failing to plan is planning to fail.” Sebab manusia secara umum membuang waktu percuma selama 2 jam setiap harinya dikarenakan perencanaan yang kurang baik.

Manajemen waktu dengan baik bukan tergantung pada seberapa lama kita menghabiskan waktu untuk bekerja, melainkan seberapa efisien kita menyelesaikan pekerjaan. Dengan perencanaan yang baik, mungkin Anda dapat melakukan lebih dari satu pekerjaan pada satu waktu dengan hasil maksimal. Pekerjaan yang tidak memerlukan konsentrasi tinggi misalnya ketika Anda dalam perjalanan kerja, mungkin akan lebih bermanfaat jika Anda menggunakannya untuk meningkatkan kualitas diri dengan belajar dari buku atau informasi di radio atau kaset.

Selain itu ciptakan target yang besar, lebih berarti dan menantang. Kemudian jadikanlah prioritas utama untuk mengerjakannya. Jangan pernah menggeser prioritas tersebut dari jadwal dan waktu yang Anda miliki hanya untuk melakukan hal lain yang menyenangkan tetapi kurang berarti. “Things which matter most must never be at the mercy of things which matter least. – Sesuatu yang paling penting tidak akan pernah sama nilainya dengan sesuatu yang tidak terlalu penting,” tegas Goethe.

Waktu dan segala kekuatan yang Anda miliki saat ini sangatlah berharga. Ketika Anda benar-benar memanfaatkan waktu untuk mengerjakan target yang lebih baik dan besar secara konsisten dan berkesinambungan, maka suatu ketika Anda akan melihat deretan prestasi mengagumkan dan hasil menguntungkan yang sudah dapat Anda ciptakan dan belum tentu dapat Anda hasilkan di lain kesempatan. Segeralah manfaatkan waktu dan segala kekuatan yang Anda miliki saat ini dengan benar dan lebih produktif. Jangan pernah menundanya sekali lagi, karena belum tentu ada kesempatan kedua. (Andrew Ho)

Sumber : pembelajar.com

Sabtu, 25 April 2009

Dua Pemancing Yang Hebat

DICERITAKAN tentang sebuah kejadian yang dialami dua orang pemancing yang sama-sama hebat, berinisial A dan B. Kedua pemancing itu selalu mendapatkan banyak ikan. Pernah kedua pemancing tersebut didatangi oleh 10 pemancing lain ketika memancing di sebuah danau. Seperti biasa, kedua pemancing itu mendapatkan cukup banyak ikan. Sedangkan 10 pemancing lainnya hanya bisa gigit jari, karena tak satupun ikan menghampiri kail mereka.

Ke sepuluh pemancing amatir itu ingin sekali belajar cara memancing kepada kedua pemancing hebat tersebut. Tetapi keinginan mereka tidak direspon oleh pemancing berinisial A. Sebaliknya, pemancing berinisial A tersebut menunjukkan sikap kurang senang dan terganggu oleh kehadiran pemancing-pemancing amatir itu.

Tetapi pemancing berinisial B menunjukkan sikap yang berbeda. Ia bersedia menjelaskan tehnik memancing yang baik kepada ke-10 pemancing lainnya, dengan syarat masing-masing diantara mereka harus memberikan seekor ikan kepada B sebagai bonus jika masing-masing diantara mereka mendapatkan 10 ekor ikan. Tetapi jika jumlah ikan tangkapan masing-masing diantara mereka kurang dari 10, maka mereka tidak perlu memberikan apapun.

Persyaratan tersebut disetujui, dan mereka dengan cepat belajar tentang tehnik memancing kepada B. Dalam waktu dua jam, masing-masing diantara pemancing itu mendapatkan sedikitnya sebakul ikan. Otomatis si B mendapatkan banyak keuntungan. Disamping mendapatkan ‘bonus’ ikan dari masing-masing pemancing bimbingannya, si B juga mendapatkan 10 orang teman baru. Sementara pemancing A, yang pelit membagi ilmu, tidak mendapatkan keuntungan sebesar keuntungan yang didapatkan oleh si B.

Pesan:
Kisah di atas menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan akan jauh lebih bermanfaat bila diamalkan. “Hanya dengan cara kita mengembangkan orang lain yang membuat kita berhasil selamanya,” kata Harvey S. Fire Stone. Karena tindakan tersebut disamping menjadikan kita lebih menguasai ilmu pengetahuan, kita juga mendapatkan keuntungan dari segi finansial, pengembangan hubungan sosial, dan lain sebagainya. “Jika Anda membantu lebih banyak orang untuk mencapai impiannya, impian Anda akan tercapai,” imbuh Zig Ziglar, seorang motivator ternama di Amerika Serikat.

Bentuk pemberian tak harus berupa uang, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya, melainkan juga dalam bentuk kasih sayang, perhatian, loyalitas, motivasi, bimbingan dan lain sebagainya semampu yang dapat kita berikan. “Make yourself necessary to somebody. – Jadikan dirimu berarti bagi orang lain,” kata Ralph Waldo Emerson. Kebiasaan memberi seperti itu selain memudahkan kita memperluas jalinan hubungan sosial, tetapi juga membangun optimisme karena merasa kehidupan kita lebih berarti. [Andrew Ho]

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com

Daftar Arsip

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More